Dunia Silat | JAKARTA - Penguatan tata kelola organisasi melalui sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi menjadi fokus Bimbingan Teknis (Bimtek) Database Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Gedung Sekretariat PB IPSI, Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, ini diikuti perwakilan pengurus provinsi, termasuk IPSI Jambi.
Pengprov IPSI Jambi mengutus Abdul Rohman Sholeh, Ketua Bidang Promosi dan Pemasaran, untuk mengikuti kegiatan bertema “Akurat, Informasi Terintegrasi, Organisasi Kuat” tersebut. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan informasi organisasi sekaligus mendukung pembinaan pencak silat yang lebih terarah di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, PB IPSI mendorong pengembangan sistem database yang mampu menghimpun informasi atlet, pelatih, serta wasit dan juri secara sistematis. Ketersediaan data yang terintegrasi diharapkan mempermudah organisasi dalam melakukan pemetaan sumber daya, menyusun program pembinaan, dan mengevaluasi perkembangan pencak silat dari tingkat pusat hingga daerah.
Bimtek diawali dengan sambutan Wakil Sekretaris Jenderal I PB IPSI, Sunarno, SH, MH. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat partisipasi dari sebagian besar pengurus provinsi.
“Alhamdulillah, dari 38 provinsi, 36 bisa hadir. Yang tidak bisa hadir Riau dan Maluku Utara,” ujar Sunarno.
Menurut dia, database merupakan kebutuhan penting bagi organisasi pencak silat untuk membangun sistem informasi yang dapat digunakan bersama. Pendataan yang tertata diharapkan menjadi landasan bagi pengurus dalam mengetahui kondisi atlet dan sumber daya manusia pencak silat secara lebih menyeluruh.
“Mimpi kita, database ini adalah wadah besar organisasi pencak silat. Bagaimana kita punya database atlet, wasit dan juri, serta pelatih,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan database tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga dengan kebutuhan organisasi dalam merencanakan pembinaan, meningkatkan koordinasi, dan menyediakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bimtek secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum I PB IPSI, Prof. Dr. Ir. Dwi Soetjipto, MM. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pencak silat memiliki kedudukan penting sebagai olahraga sekaligus warisan budaya Indonesia.
“Kita perlu bersyukur, kita berada dalam organisasi istimewa. Ini selalu saya gaungkan, yakni pencak silat, sebagai jati diri, nilai luhur budaya, dan warisan budaya bangsa,” ungkap Dwi Soetjipto.
Ia menilai pengembangan pencak silat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menjaga nilai-nilai budaya sekaligus meningkatkan prestasi olahraga. Penguatan organisasi dan pembinaan sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk mendukung perkembangan pencak silat di tingkat nasional maupun internasional.
Dwi Soetjipto juga menyinggung harapan Presiden Prabowo Subianto agar pencak silat dapat menembus Olimpiade. Untuk mendukung cita-cita tersebut, diperlukan pembinaan yang konsisten, regenerasi kepemimpinan, serta pengambilan keputusan organisasi melalui musyawarah mufakat.
Dalam konteks itu, data yang akurat menjadi salah satu instrumen pendukung pengambilan keputusan. Informasi yang tersusun dengan baik dapat membantu organisasi mengidentifikasi kebutuhan pembinaan dan merancang program berdasarkan kondisi yang terukur.
Bagi IPSI Jambi, keikutsertaan dalam Bimtek Database PB IPSI 2026 diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan informasi organisasi. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mendukung pembenahan administrasi dan pendataan pencak silat di Provinsi Jambi.
Ketersediaan database yang terstruktur juga berpotensi mendukung pelaksanaan tugas Bidang Promosi dan Pemasaran, terutama dalam penyediaan informasi mengenai atlet, pelatih, wasit dan juri, serta perkembangan kegiatan pencak silat di daerah.
Data yang akurat dapat membantu organisasi menyusun program secara lebih tepat sasaran, memperkuat koordinasi antarpengurus, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan berdasarkan sumber yang jelas.
Meski demikian, efektivitas sistem tersebut akan bergantung pada konsistensi setiap tingkatan organisasi dalam memperbarui data, menjaga ketepatan informasi, dan menerapkan tata kelola pendataan yang berkelanjutan.
Bimtek yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun sistem informasi IPSI yang lebih modern, terkoordinasi, dan dapat dimanfaatkan dalam mendukung pembinaan serta pengembangan pencak silat Indonesia.
Dengan semangat “Salam Olahraga-Jaya! Salam Pencak Silat-Mendunia! Pencak Silat-Dari Indonesia untuk Dunia!”, penguatan database diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan organisasi pencak silat yang tertib administrasi, profesional, dan mampu meningkatkan daya saing di tingkat internasional.(ARS/HRY)

0 komentar