Dunia Silat | JAKARTA - Sebuah amanah besar kembali dipercayakan kepada keluarga besar PERSINAS ASAD. Dalam susunan kepengurusan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Masa Bakti 2026–2030 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Sugiono, sebanyak 13 tokoh PERSINAS ASAD dipercaya mengisi berbagai posisi strategis. Kepercayaan itu bukan sekadar penempatan jabatan, melainkan pengakuan atas rekam jejak panjang organisasi dalam membina sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, dan berdedikasi bagi kemajuan pencak silat Indonesia.
Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh semangat yang sama: mengabdi kepada bangsa melalui pencak silat. Dari Dewan Pertimbangan hingga Komisi Disiplin, dari pembinaan atlet hingga hubungan luar negeri, kader-kader PERSINAS ASAD kini menjadi bagian penting dalam perjalanan baru PB IPSI.
Nama-nama yang dipercaya mengemban amanah tersebut antara lain Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han) sebagai Dewan Pertimbangan, Dr. Ir. H. Teddy Suratmadji, M.Sc. sebagai Dewan Pakar, serta Weda Hendragiri, S.Pd., M.M. di Bidang Kemitraan Antar Lembaga.
Di sektor hubungan internasional terdapat H. Yudhi Haryanto, S.Kom., M.Si. dan H. Eka Yulianto, S.Pd., M.Or. yang bertugas di Bidang Hubungan Luar Negeri. Sementara H. Ridhan Nandari, S.Pd., S.E. dipercaya di Bidang Perencanaan Usaha, serta H. Abdul Soleh di Bidang Promosi dan Pemasaran.
Pada bidang teknis pertandingan, H. Deny Hendrik Akbar, A.Md. dan Kholid Azizi, S.Pd. memperkuat Lembaga Wasit Juri. Adapun H. Agung Sujatmiko, S.T. dipercaya di Bidang Seni Budaya, sedangkan H. Muhamad Sirot, S.IP., S.H., M.H. dan Afghan Sulung Maulana, S.Pd.I. mengemban tugas di Bidang Pembibitan dan Pemassalan. Melengkapi jajaran tersebut, M. Yusuf Khaerudin, S.H., S.M. dipercaya sebagai Ketua Komisi Disiplin.
Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han), menegaskan bahwa kepercayaan tersebut harus dijawab dengan dedikasi dan kerja nyata.
"Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Kami mengajak seluruh kader PERSINAS ASAD yang mendapat tugas di PB IPSI untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi persatuan, profesionalisme, dan mengutamakan kepentingan pencak silat Indonesia. Mari kita bersama-sama membawa IPSI semakin maju dan mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia," ujar Sukur.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, menyebut kepercayaan kepada 13 kader tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang dan konsisten.
"PERSINAS ASAD selalu menanamkan nilai pengabdian, disiplin, dan profesionalisme kepada setiap kader. Ketika amanah itu datang, kami siap menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Kami siap bersinergi dengan Ketua Umum PB IPSI beserta seluruh jajaran untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, pelatih, dan wasit juri, serta menjaga persatuan seluruh perguruan pencak silat di Indonesia," kata Weda.
Bagi keluarga besar PERSINAS ASAD, amanah ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar menempati kursi kepengurusan. Ini adalah bukti bahwa pembinaan karakter, kompetensi, dan loyalitas yang dilakukan selama bertahun-tahun mendapat kepercayaan dari organisasi induk pencak silat nasional.
Di tengah tantangan untuk meningkatkan prestasi internasional sekaligus menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, kehadiran 13 tokoh PERSINAS ASAD di PB IPSI diharapkan menjadi energi baru. Mereka tidak hanya membawa nama organisasi, tetapi juga membawa harapan agar pencak silat Indonesia semakin kuat, semakin bersatu, dan semakin disegani di panggung dunia.
Amanah telah diberikan. Kini, tugas besar menanti: bekerja bersama, melayani seluruh insan pencak silat, dan mengukir prestasi demi Merah Putih.(wed/hry)

0 komentar