-->
    BLANTERORBITv102

    Penataran Wasit Juri IPSI Banten 2026 Perkuat SDM Pencak Silat Menuju Olimpiade

    Sabtu, 06 Juni 2026

    Dunia silat | TANGERANG - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Banten menggelar Penataran dan Naik Kelas Wasit Juri Pencak Silat Prestasi Tahun 2026 di Gedung Trisula dan Hotel Samanea, Suvarna Sutera, Kabupaten Tangerang, 5-7 Juni 2026. 

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pencak silat, khususnya di bidang perwasitan dan penjurian.

    Sebanyak 55 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 32 peserta mengikuti penataran wasit juri, sementara 23 peserta mengikuti program kenaikan kelas.

    Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Staf Khusus Kementerian Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol. Raden Ahmad Nurwahid, S.E., M.M., jajaran pengurus IPSI Banten, pengurus IPSI kabupaten/kota se-Banten, serta para peserta.

    Ketua Panitia Penataran dan Naik Kelas Wasit Juri IPSI Banten 2026, Rifki Arlan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan kemampuan wasit serta juri agar mampu menjalankan tugas sesuai standar yang berlaku.

    "Penataran ini merupakan upaya IPSI Banten untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya kemampuan wasit dan juri dalam memahami peraturan pertandingan, melakukan penilaian secara objektif, serta mengambil keputusan dengan profesional di lapangan," kata Rifki.

    Menurut dia, kualitas perangkat pertandingan memiliki pengaruh besar terhadap jalannya kompetisi dan pembinaan prestasi atlet. Karena itu, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga mengikuti tes fisik, tes tertulis, studi kasus pertandingan, hingga praktik perwasitan.

    "Kami berharap melalui kegiatan ini lahir wasit dan juri yang lebih kompeten, berintegritas, dan siap mendukung kemajuan pencak silat Banten. Semakin baik kualitas wasit dan juri, maka semakin baik pula kualitas pertandingan dan pembinaan atlet yang dihasilkan," ujarnya.

    Untuk memperkuat kompetensi peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, termasuk Purbo, salah satu wasit juri pencak silat internasional. 

    Para peserta dibekali materi mengenai etika perwasitan, Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional (PPSN), studi kasus pertandingan, hingga teknik penilaian sesuai standar nasional dan internasional.

    Saat di wawancara awak media, Irjen Pol. Raden Ahmad Nurwahid mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembangunan SDM unggul di bidang olahraga.

    "Saya sangat mengapresiasi kegiatan penataran wasit dan juri ini. Upaya peningkatan kompetensi perangkat pertandingan merupakan bagian penting dalam mendorong prestasi pencak silat yang unggul. Kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari pembangunan SDM yang tangguh, profesional, dan berdaya saing," katanya.

    Menurut Raden Ahmad Nurwahid, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet, tetapi juga kualitas pelatih, pengurus, serta perangkat pertandingan yang menjalankan tugas secara adil dan profesional.

    "Apabila SDM pencak silat terus ditingkatkan melalui pendidikan dan penataran yang berkelanjutan, saya optimistis akan lahir prestasi-prestasi yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua I IPSI Banten, H. Muhamad Sirot, S.H., menegaskan bahwa peningkatan kualitas wasit dan juri merupakan bagian penting dalam mendukung cita-cita pencak silat Indonesia menuju panggung dunia.

    "Saat ini pencak silat terus berkembang dan sedang diperjuangkan agar dapat masuk ke ajang Olimpiade. Untuk itu, seluruh elemen pendukung, termasuk wasit dan juri, harus memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional maupun internasional," kata Sirot. 

    Sementara itu, H. Misnan salah satu wakil ketua III IPSI Banten,Menekankan pembinaan atlet yang baik harus diimbangi dengan kualitas perangkat pertandingan yang profesional dan berintegritas.

    "Jika kita ingin pencak silat semakin diakui dunia dan menuju Olympic Games, maka kualitas SDM pencak silat harus terus ditingkatkan. Tidak hanya atlet, tetapi juga pelatih, pengurus, serta wasit dan juri sebagai penjaga sportivitas dan keadilan pertandingan," ujarnya.

    Misnan berharap kegiatan penataran tersebut dapat melahirkan perangkat pertandingan yang berkualitas dan mampu mendukung prestasi atlet di berbagai ajang kompetisi.

    "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan SDM pencak silat yang unggul. Dengan kerja sama dan pembinaan yang berkelanjutan, cita-cita pencak silat menuju Olimpiade bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan," katanya.

    Melalui kegiatan ini, IPSI Banten berharap dapat mencetak wasit dan juri yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi pertandingan, sehingga mampu mendukung kemajuan pencak silat Banten sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mewujudkan pencak silat sebagai cabang olahraga yang diakui di ajang Olimpiade.(hry)