-->
    BLANTERORBITv102

    PB IPSI Siapkan Konsolidasi Besar, Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade

    Jumat, 04 September 2026


    Dunia Silat | JAKARTA  Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menyiapkan konsolidasi besar untuk memperkuat posisi pencak silat di tingkat nasional dan internasional. Salah satu agenda strategis yang didorong ialah membawa pencak silat menuju panggung Olimpiade.

    Pesan tersebut disampaikan Ketua Harian PB IPSI Edy Prabowo dalam kegiatan Pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB IPSI di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (4/9/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rakernas sekaligus pelantikan kepengurusan PB IPSI periode baru yang berlangsung pada 4-6 September 2026. Jajaran pengurus pusat dan daerah hadir untuk menyamakan arah kebijakan serta program pengembangan pencak silat ke depan.

    Dalam arahannya, Edy menyampaikan sejumlah pesan Presiden Republik Indonesia yang disebut menjadi salah satu pijakan strategis PB IPSI. Fokusnya tidak hanya pada prestasi olahraga, tetapi juga pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan pembentukan karakter bangsa.

    Salah satu agenda yang ditekankan ialah Road to Olympic, yakni mendorong pencak silat agar semakin mendapatkan pengakuan internasional sehingga memiliki peluang untuk dipertandingkan di Olimpiade.

    Selain itu, PB IPSI mendorong pencak silat semakin kuat di lingkungan pendidikan formal. Pencak silat diharapkan dapat masuk dalam kurikulum pendidikan sebagai mata pelajaran wajib.

    "Ini konsolidasi besar untuk mengibarkan panji pencak silat ke seluruh dunia," kata Edy dalam arahannya.

    Menurut dia, visi tersebut membutuhkan soliditas seluruh jajaran IPSI, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten dan kota. Konsolidasi diperlukan agar arah pengembangan pencak silat dapat dipahami dan dijalankan secara bersama-sama.

    Pencak silat, lanjut Edy, juga memiliki peran lebih luas dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pengembangan pencak silat tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun disiplin, mental, sportivitas, dan nilai-nilai karakter melalui pendidikan.

    Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

    PB IPSI juga melihat pencak silat memiliki potensi besar sebagai bagian dari pengembangan wisata budaya Indonesia.

    Pencak silat yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia dinilai dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata berbasis budaya, baik melalui pertunjukan, festival maupun kegiatan edukasi.

    Dengan demikian, pencak silat diharapkan tidak berhenti sebagai cabang olahraga, tetapi berkembang sebagai kekuatan budaya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi.

    Siapkan PON dan Pemerataan Pelatih

    Di sisi olahraga prestasi, Rakernas juga menjadi forum untuk memastikan kesiapan pencak silat menghadapi agenda olahraga nasional, termasuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

    Edy juga meminta pengurus daerah menyiapkan data pelatih yang valid dan memiliki sertifikasi. Data tersebut akan dihimpun dalam database resmi PB IPSI.

    Database itu diharapkan menjadi dasar untuk menjalankan program pemerataan pelatih dan meningkatkan kualitas pembinaan pencak silat di berbagai daerah.

    "PB IPSI membutuhkan data valid pelatih yang nantinya masuk dalam database resmi IPSI," ujar Edy.

    Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas pembinaan tidak hanya terpusat di daerah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara lebih merata di seluruh Indonesia.

    Pencak Silat dan Gerakan Hijau

    Selain prestasi dan pembinaan, PB IPSI mendorong insan pencak silat ikut mengambil bagian dalam gerakan pelestarian lingkungan.

    Pengurus daerah diminta menginisiasi gerakan penghijauan, antara lain melalui pembagian dan penanaman bibit tanaman. Gerakan tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata kepedulian komunitas pencak silat terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Melalui konsolidasi tersebut, PB IPSI ingin menempatkan pencak silat dalam posisi yang lebih luas. Prestasi olahraga tetap menjadi salah satu sasaran, tetapi pencak silat juga diarahkan untuk berkontribusi terhadap pendidikan karakter, pelestarian budaya, pariwisata, kepedulian lingkungan, dan pembangunan bangsa.

    Rangkaian Pra-Rakernas, Rakernas, dan pelantikan kepengurusan periode baru ini menjadi momentum bagi PB IPSI untuk menyatukan langkah menuju agenda besar tersebut.(wed/hry)