Dunia Silat | Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) terus mematangkan langkah strategis dalam pembinaan prestasi olahraga pencak silat nasional. Dalam rangkaian kegiatan Pra-Rakernas yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat TMII, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PB IPSI memaparkan sejumlah agenda krusial terkait regulasi, standarisasi, serta peta jalan menuju prestasi internasional.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB IPSI, Haris Nugroho, dalam paparannya menyampaikan bahwa PB IPSI akan segera merumuskan dan memberlakukan regulasi terpadu yang mencakup beberapa aspek utama, yaitu:
Pengaturan Kejuaraan dan Event Penataan penyelenggaraan kejuaraan agar lebih terstruktur dan berjenjang.
Penyusunan Standar Sistem Standardisasi menyeluruh yang melingkupi kompetensi pelatih, wasit dan juri, tata kelola penyelenggaraan pertandingan, hingga aparat pertandingan.
Program Pendampingan Penguatan program pendampingan khusus seperti Kelas Khusus Olahraga (KKO) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO).
Sistem Pemetaan Wilayah Penetapan sistem pemetaan wilayah yang terukur untuk persiapan Pra-PON.
Lebih lanjut, Haris Nugroho menjelaskan bahwa salah satu kriteria utama agar pencak silat dapat masuk ke panggung Olimpiade adalah keharusan bagi atlet untuk berbasis pada sistem perolehan poin dan prestasi. Untuk memenuhi syarat tersebut, PB IPSI akan menyiapkan variabel penilaian dengan merujuk pada data prestasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Sumatera Utara yang kemudian diolah secara statistik.
Sementara itu, Fery Hendarsin turut memaparkan program dari bidang teknis yang berfokus pada penguatan ekosistem talenta olahraga pencak silat secara berkelanjutan. Melalui penguatan ekosistem ini, diharapkan lahir bibit-bibit atlet unggul yang siap berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun global, sejalan dengan visi besar pencak silat menuju Olimpiade.(wed/hry)

0 komentar