-->
    BLANTERORBITv102

    Menpora Dorong Pencak Silat Jadi Gerakan Nasional dan Platform Global

    Sabtu, 05 September 2026

    Dunia Silat | JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mendorong pencak silat dikembangkan sebagai gerakan nasional sebelum diperluas ke tingkat internasional. Menurutnya, ribuan sekolah di Indonesia dapat menjadi basis pengembangan pencak silat sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya dan pembinaan olahraga prestasi.

    Pernyataan tersebut disampaikan Menpora dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

    Menpora mengatakan pemerintah berkomitmen mendukung kemajuan pencak silat nasional. Ia menempatkan pencak silat tidak hanya sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai warisan budaya Nusantara yang perlu dijaga.

    Dalam sambutannya, Menpora mengutip pesan Presiden Republik Indonesia bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri.

    “Pencak silat harus menjadi nafas dan gerakan nasional sebelum melangkah ke kancah internasional. Dengan ribuan sekolah di Indonesia, jika semuanya menggiatkan kegiatan ini, maka ini akan menjadi gerakan nasional yang masif,” ujar Menpora.

    Sekolah Jadi Basis Pengembangan

    Menpora menilai keberadaan ribuan sekolah dapat dimanfaatkan untuk memperluas kegiatan pencak silat di Indonesia.

    Pengembangan di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu cara mengenalkan pencak silat kepada generasi muda. Selain memperkuat pelestarian budaya, kegiatan tersebut dapat memperluas basis pembinaan atlet sejak usia dini.

    Dengan semakin banyak anak yang terlibat, proses pencarian dan pembinaan talenta pencak silat diharapkan dapat berlangsung lebih luas dan berkelanjutan.

    Dari Gerakan Nasional ke Panggung Internasional

    Setelah memperkuat basis di dalam negeri, Menpora mendorong pencak silat memiliki peran yang lebih besar di tingkat internasional.

    Ia menyebut sejumlah negara telah memiliki olahraga bela diri yang menjadi bagian dari identitas mereka, seperti karate di Jepang serta taekwondo dan judo di Korea dan Jepang.

    “Sebagaimana Jepang memiliki karate dan Korea memiliki taekwondo atau judo, Indonesia sudah sepatutnya menjadikan pencak silat...” ujar Menpora.

    Gagasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pencak silat tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga pada pengenalan budaya Indonesia melalui olahraga.

    Olimpiade Masih Menjadi Aspirasi

    Pengembangan pencak silat ke tingkat global juga berkaitan dengan aspirasi agar cabang olahraga tersebut memiliki peluang lebih besar untuk tampil dalam ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade.

    Namun, pernyataan Menpora tersebut merupakan dorongan dan visi pengembangan, bukan kepastian bahwa pencak silat akan dipertandingkan di Olimpiade.

    Untuk mencapai tahap tersebut, pencak silat tetap membutuhkan penguatan ekosistem, pengembangan organisasi dan kompetisi internasional, serta proses sesuai ketentuan yang berlaku dalam gerakan Olimpiade.

    Pelantikan kepengurusan baru PB IPSI menjadi salah satu momentum untuk menjalankan agenda pengembangan tersebut. Fokusnya mencakup penguatan pencak silat di dalam negeri sekaligus memperluas pengenalan olahraga dan budaya Indonesia ke dunia.

    Dengan demikian, pesan Menpora memiliki alur yang jelas: memperkuat pencak silat di sekolah dan masyarakat, membangun basis nasional, kemudian memperluas kiprahnya ke tingkat internasional.(wed/hry)