-->
    BLANTERORBITv102

    Dari Tanah Papua tengah, Kholid Azizi Dipercaya Masuk Kepengurusan PB IPSI 2026 - 2030

    Jumat, 10 Juli 2026

    NABIRE– Dari hamparan pegunungan yang membentang di jantung Papua, lahir seorang putra daerah yang kini mendapat kepercayaan mengemban amanah di tingkat nasional. Kholid Azizi, S.Pd., salah satu putra terbaik Provinsi Papua Tengah, resmi dipercaya menjadi bagian dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Masa Bakti 2026–2030 pada Bidang Teknis Pertandingan (Lembaga Wasit Juri).

    Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Kholid Azizi, tetapi juga bagi masyarakat Papua Tengah. Di tengah tantangan membangun olahraga di wilayah timur Indonesia, hadirnya putra daerah dalam kepengurusan PB IPSI menjadi bukti bahwa dedikasi, kompetensi, dan kerja keras mampu menembus panggung nasional.

    Kholid Azizi dikenal sebagai wasit juri internasional yang telah mengabdikan diri dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat. Pengalamannya memimpin pertandingan di berbagai kejuaraan menjadi modal penting untuk turut memperkuat sistem perwasitan dan teknis pertandingan di tingkat nasional.

    Penunjukannya pada Bidang Teknis Pertandingan bukan tanpa alasan. Dunia pencak silat membutuhkan sosok yang memahami aturan, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu menjaga kualitas penyelenggaraan pertandingan. Pengalaman panjang sebagai wasit juri menjadi bekal bagi Kholid untuk menjalankan amanah tersebut.

    Bagi Azizi kepercayaan ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

    "Amanah ini saya persembahkan untuk masyarakat Papua Tengah dan seluruh insan pencak silat di Tanah Papua raya. Semoga saya dapat menjalankan tugas dengan baik serta memberikan kontribusi bagi kemajuan pencak silat Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas wasit juri dan penyelenggaraan pertandingan yang profesional," ujarnya.

    Masuknya Kholid Azizi ke jajaran PB IPSI juga membawa harapan baru bagi perkembangan pencak silat di Papua Pegunungan. Kehadirannya di tingkat pusat diharapkan mampu menjadi jembatan antara pembinaan di daerah dengan kebijakan nasional, sehingga semakin banyak atlet, pelatih, maupun wasit juri dari wilayah timur Indonesia yang mendapat kesempatan berkembang.

    Lebih dari sekadar jabatan, amanah ini menjadi simbol bahwa pencak silat adalah milik seluruh anak bangsa.n.Dari Sabang hingga Merauke, dari pesisir hingga pegunungan Papua, setiap putra dan putri Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi dan membangun olahraga kebanggaan bangsa.

    Bagi Papua Tengah, kiprah Kholid Azizi menjadi inspirasi bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih kepercayaan di tingkat nasional. Dari tanah pegunungan yang kaya akan semangat dan ketangguhan, kini lahir seorang tokoh pencak silat yang siap mengabdikan diri demi kemajuan PB IPSI dan pencak silat Indonesia.(wed/hry)