Dunia Silat | MATARAM - Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Persatuan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung semarak di Aula Jenderal Soedirman, Korem 162/Wira Bhakti, Mataram, Sabtu (20/6/2026).
Pembukaan agenda organisasi tersebut diawali dengan penampilan seni tarung tradisional Peresean, kesenian khas masyarakat Sasak yang diperagakan oleh para pesilat Persinas ASAD. Atraksi yang memadukan teknik pencak silat dengan permainan Peresean itu mendapat perhatian dari peserta dan tamu undangan yang hadir.
Ketua Umum Pengurus Besar Persinas ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, mengatakan organisasinya berkomitmen untuk terus mengembangkan pencak silat yang selaras dengan budaya dan kearifan lokal di berbagai daerah.
“Persinas ASAD sangat intens dalam pembinaan seni budaya pencak silat tradisi yang berkolaborasi dengan kearifan lokal, seperti seni Peresean yang ditampilkan tadi,” kata Sukur dalam sambutannya.
Menurut dia, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga prestasi maupun bela diri, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Penampilan para pesilat yang memainkan rotan atau penjalin dan perisai khas Peresean turut mendapat apresiasi dari Ketua IPSI NTB, Nauvar F. Farinduan. Ia mengaku terkesan melihat kemampuan anggota Persinas ASAD dalam menampilkan kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya Lombok tersebut.
“Saya sangat surprise karena ASAD juga bisa Peresean. Ini suatu hal yang luar biasa,” ujar Nauvar.
Menurutnya, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa sebuah perguruan pencak silat mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan budaya daerah tanpa meninggalkan jati diri organisasi.
“Ini membuktikan ada perguruan silat yang sangat adaptif terhadap budaya lokal,” katanya.
Selain menjadi forum evaluasi program kerja organisasi, Musprov VI Persinas ASAD NTB juga menjadi momentum pemilihan kepengurusan baru tingkat provinsi. Melalui musyawarah tersebut, organisasi diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid untuk meningkatkan prestasi atlet sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.
Semangat kolaborasi antara pencak silat dan kearifan lokal yang ditampilkan dalam pembukaan Musprov dinilai menjadi simbol bahwa pengembangan olahraga tradisional dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya masyarakat NTB.(wed/hry)

0 komentar