-->
    BLANTERORBITv102

    Silaturahim Kamtibmas Solo Raya Tegaskan Komitmen Persaudaraan dan Prestasi Pesilat

    Kamis, 04 Juni 2026


    Dunia Silat | SURAKARTA - Jajaran kepolisian se-Solo Raya bersama para tokoh perguruan pencak silat menggelar Silaturahim Kamtibmas di Mapolresta Surakarta, Kamis (4/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi upaya memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang agenda pengesahan anggota baru di sejumlah perguruan silat.

    Kegiatan ini dihadiri para kapolres se-Solo Raya, pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), serta ketua dan sesepuh berbagai perguruan silat yang berada di bawah naungan IPSI. Forum tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan antarpesilat, dan mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.

    Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, mengatakan bahwa silaturahim menjadi langkah penting dalam menciptakan suasana yang harmonis di kalangan perguruan silat.

    “Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk silaturahim dan saling mengenal agar semua bisa bersaudara. Dengan saling mengenal, kita dapat mengurangi potensi kerawanan yang mungkin terjadi di lapangan,” ujar Catur.

    Ia menegaskan, keberadaan perguruan silat seharusnya menjadi wadah pembentukan karakter, bukan sarana menumbuhkan fanatisme yang berlebihan. Menurut dia, kebanggaan sebagai anggota perguruan harus diwujudkan melalui prestasi dan kontribusi positif bagi masyarakat.

    Catur juga mendorong para ketua dan sesepuh perguruan untuk terus membina anggotanya agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, menjaga ketertiban, dan mematuhi hukum yang berlaku.

    Menurut dia, IPSI memiliki peran strategis sebagai ruang komunikasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin muncul di antara perguruan silat. Melalui program-program pembinaan yang terarah, seluruh elemen pencak silat diharapkan dapat bersatu dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

    Hal senada disampaikan Ketua IPSI Wonogiri, Weda Hendragiri. Ia mengingatkan bahwa momentum pengesahan anggota baru harus dimaknai sebagai proses melahirkan pendekar yang berkarakter dan berbudi luhur.

    Menurut Weda, kegiatan tersebut tidak seharusnya diwarnai euforia berlebihan yang berpotensi mencoreng nama baik perguruan, termasuk perilaku yang dilakukan demi popularitas di media sosial.

    “Kami berharap momentum pengesahan digunakan sebagai wadah mencetak pendekar yang berkarakter luhur. Jangan dijadikan euforia sesaat yang justru merugikan nama baik perguruan,” katanya.

    Ia menambahkan, para pesilat perlu kembali memegang nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Filosofi ilmu padi, kata dia, harus menjadi pedoman dalam membentuk pribadi pendekar yang rendah hati meski memiliki kemampuan dan prestasi.

    Melalui pertemuan tersebut, jajaran kepolisian dan tokoh pencak silat se-Solo Raya berkomitmen menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mengawal seluruh kegiatan pencak silat berlangsung aman, damai, serta menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi daerah.(wed/hry)