-->
    BLANTERORBITv102

    Buka Wawasan Pembinaan, Guru Besar FKOR UNY Paparkan “Potensi Menuju Prestasi” di Musprov Persinas ASAD DIY

    Minggu, 24 Mei 2026

    Dunia Silat | YOGYAKARTA - Musyawarah Provinsi (Musprov) Persinas ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang penguatan wawasan pembinaan atlet. Salah satu agenda strategis dalam kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Jumat (23/5/2026), ialah seminar olahraga yang menghadirkan Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FKOR) Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Awan Haryono.

    Dalam seminar bertajuk “Potensi Menuju Prestasi” tersebut, Prof. Awan menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen pembinaan dalam melahirkan atlet pencak silat yang mampu berprestasi secara berkelanjutan. Menurut dia, keberhasilan seorang atlet bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan hasil dari sistem pembinaan yang terintegrasi dan konsisten.

    “Untuk mengorbitkan atlet berprestasi, persiapan harus dilakukan dengan sangat baik. Seluruh elemen memiliki peran yang sama pentingnya dan harus saling mendukung, mulai dari orang tua, pengurus, pelatih, fasilitas yang memadai, hingga tekad kuat dari pesilat itu sendiri,” ujar Awan di hadapan peserta Musprov.

    Ia menjelaskan, peran pelatih menjadi salah satu faktor penentu dalam proses pembinaan atlet. Pelatih dituntut memahami perkembangan kondisi atlet secara individual agar program latihan yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan dan potensi atlet.

    Menurut Awan, pelatih modern tidak cukup hanya menjadi pengajar teknik, tetapi juga harus mampu menjalankan berbagai peran sekaligus. Mulai dari sebagai perencana program latihan, pemimpin tim, teman diskusi bagi atlet, hingga pembelajar yang terus meningkatkan kapasitas diri.

    Selain itu, pelatih juga dituntut realistis dalam menentukan target dan mampu menjadi guru yang menanamkan nilai karakter, sportivitas, serta akhlak kepada atlet.

    Dalam kesempatan tersebut, Awan turut memberikan apresiasi terhadap pola pembinaan yang diterapkan Persinas ASAD. Ia menilai perguruan tersebut secara konsisten telah menerapkan konsep Long Term Athlete Development (LTAD) atau pembinaan atlet jangka panjang.

    “Saya mengapresiasi ASAD yang dalam perjalanannya terbukti telah menerapkan konsep LTAD secara berkelanjutan. Pendekatan ini sangat penting agar atlet tidak cepat layu, melainkan berkembang secara bertahap sesuai usia dan potensinya hingga mencapai performa terbaik,” katanya.

    Melalui seminar olahraga ini, pengurus dan pelatih Persinas ASAD se-DIY diharapkan semakin memahami pentingnya pendekatan ilmiah dalam pembinaan atlet. Dengan demikian, potensi pesilat-pesilat muda daerah dapat berkembang optimal dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(wed/hry)