Dunia Silat | SEMARANG, 9 Mei 2026 - Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia menggelar sidang pleno dalam rangka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Hotel Grasia, Sabtu (9/5). Sidang yang dipimpin Haris Nugroho itu membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penyampaian keputusan hasil Musyawarah Nasional XVI IPSI serta penguatan tata kelola organisasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Dalam forum tersebut, Pengprov IPSI Jawa Tengah menegaskan pentingnya tertib organisasi, sinkronisasi kebijakan, serta kesamaan persepsi di seluruh jajaran kepengurusan sebagai fondasi utama menjaga stabilitas organisasi dan profesionalisme pembinaan pencak silat di daerah.
Salah satu pembahasan yang mengemuka dalam sidang pleno adalah dinamika organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yang sebelumnya turut menjadi perhatian dalam Munas XVI IPSI. Menanggapi hal itu, Haris menegaskan posisi IPSI bersifat administratif dan tetap menjunjung tinggi keputusan hukum yang telah ditetapkan negara.
“Posisi IPSI hanya sebatas menginformasikan hasil keputusan dari kementerian terkait. Adapun langkah selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada internal perguruan. IPSI senantiasa menghormati setiap keputusan yang dikeluarkan oleh lembaga negara,” kata Haris dalam sidang pleno.
Pada kesempatan yang sama, IPSI Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi atas bergabungnya dua perguruan baru sebagai anggota IPSI Pusat, yakni Pencak Silat Militer dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti. Kehadiran kedua perguruan tersebut dinilai akan memperkaya kekuatan organisasi sekaligus mempererat persaudaraan antarpesilat di tingkat nasional.
Selain isu nasional, sidang pleno turut mengevaluasi kondisi organisasi di tingkat kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pengprov IPSI Jateng memaparkan sejumlah kepengurusan daerah yang telah berakhir masa baktinya serta wilayah-wilayah yang dalam waktu dekat akan melaksanakan musyawarah maupun pelantikan pengurus baru.
Haris menegaskan bahwa tertib administrasi dan kesinambungan kepengurusan merupakan bagian penting dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Menurut dia, organisasi yang sehat dan tertata akan menjadi fondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi, termasuk dalam menghadapi agenda besar seperti Pekan Olahraga Nasional dan berbagai kejuaraan nasional lainnya.(wed/hry)

0 komentar