-->
    BLANTERORBITv102

    IPSI Jawa Tengah Gelar Rakeprov 2026: Perkuat Konsolidasi Menuju “Road to Olympic” dan Sukses PON 2028

    Sabtu, 09 Mei 2026

    Dunia silat | SEMARANG, 9 Mei 2026 - Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Tengah resmi menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakeprov) 2026 di Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (9/5). Agenda strategis tahunan ini dihadiri perwakilan pengurus IPSI dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta 10 perguruan anggota IPSI Jateng sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan menyusun langkah menuju target prestasi nasional maupun internasional.

    Ketua Umum IPSI Jawa Tengah, Hari Nuryanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakeprov tahun ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk menyatukan visi seluruh elemen pencak silat di Jawa Tengah. Menurutnya, soliditas internal menjadi fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita besar pencak silat menembus panggung dunia melalui program “Road to Olympic”.

    “Rakeprov ini adalah momentum kita untuk merapatkan barisan. Kita tidak hanya bicara rutinitas organisasi, tetapi bagaimana bersama-sama mewujudkan visi besar pencak silat menuju olimpiade. Jawa Tengah harus menjadi salah satu pilar utama dalam perjuangan itu,” ujar Hari di hadapan peserta sidang pleno.

    Selain membahas penguatan organisasi, forum juga memfokuskan pembahasan pada persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2026. IPSI Jateng memandang ajang tersebut sebagai sarana strategis untuk menjaring dan membina atlet-atlet muda potensial yang nantinya dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

    Porprov 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya pendekar-pendekar muda Jawa Tengah yang memiliki daya saing tinggi. Pembinaan berkelanjutan dari tingkat kabupaten/kota hingga perguruan dinilai menjadi kunci dalam menatap Pekan Olahraga Nasional 2028 dengan target prestasi yang lebih tinggi.

    Dalam kesempatan tersebut, pengurus juga menegaskan status pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga prioritas binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia. Status tersebut diberikan atas konsistensi pencapaian atlet-atlet pencak silat Jawa Tengah dalam berbagai kejuaraan nasional maupun tingkat internasional.

    Menutup arahannya, Hari Nuryanto mengingatkan bahwa keberagaman perguruan yang berada di bawah naungan IPSI harus dipandang sebagai kekuatan bersama, bukan sebagai pembatas. Ia menilai sinergi antarperguruan, pengurus daerah, dan seluruh insan pencak silat akan menjadi modal utama dalam menjaga marwah sekaligus meningkatkan prestasi IPSI Jawa Tengah di masa mendatang.

    “Perbedaan bukan sekat, tetapi kekayaan. Dengan kebersamaan, saya yakin IPSI Jawa Tengah akan semakin kuat, semakin solid, dan semakin berprestasi,” pungkasnya.(wed/hry)